Blengep Cotot, Jajanan Unik Dari Indramayu -->

Advertisement

Blengep Cotot, Jajanan Unik Dari Indramayu

Berita Indramayu
Sunday


Blengep* Cotot* adalah* makanan* khas daerah kabupaten Indramayu. Kue* ini unik karena* namanya yang* terdengar lucu. Nama Blengep* Cotot* berasal dari kata "Bleng" yang* berarti dilempar pelan-pelan, "Lep" yang* berarti masuk ke dalam mulut, dan* "Cotot*" yang* berarti muncrat. Jadi kalau disimpulkan Blengep* Cotot* adalah* makanan* yang* makannya dengan* cara dilempar pelan ke dalam mulut, lalu muncratlah isinya sehingga mengejutkan orang yang* memakannya.

Awalnya makanan* ini memiliki sebutan “Blengep*”, nama Cotot* didapat karena* pada saat dimakan blengep* tersebut mengeluarkan cairan gula* merah yang* ada di dalamnya. Blengep* Cotot* terbuat dari singkong* yang* di dalamnya diisi gula* merah. Perlu kamu* ketahui Blengep* Cotot* mempunyai bentuk bulat terkadan*g juga berbentuk oval dengan* bagian permukaan yang* licin mengkilap dan* biasanya pada bagian atas blengep* cotot* bisa* ditaburi dengan* bawang* goreng*. Blengep* Cotot* merupakan camilan yang* sangat enak buat kamu* santap pada pagi hari sebagai pengganti sarapan nasi mengingat singkong* dan* gula* merah adalah* sumber karbohidrat* yang* merupakan sumber tenaga.




Menemukan Blengep* Cotot* tidaklah sulit. Kue* ini  biasanya dijajakan para penjual* kue* di pasar daerah, contoh pasar Bangkir dan* Jatibarang. Kue* ini biasanya dijual* bersama dengan* kue*-kue* yang* lain. Harga Blengep* Cotot*  bervariasi tergantung ukuran dari blengep* cotot* itu sendiri, biasanya untuk yang* ukurannya besar*, blengep* cotot* dihargai seribu rupiah per buah, sedan*gkan yang* ukuran kecil blengep* cotot* dijual* dengan* harga lima ratus rupiah per buah. Biasanya para penjual* makanan* khas tradisional yang* rasanya manis ini hanya menjajakannya dari jam empat sampai delapan pagi, mengingat kue*-kue* yang* dijajakan lainnya mudah basi sehingga tidak bisa* dijual* sampai siang ataupun sore hari, termasuk Blengep* Cotot* ini. Jika ingin menemukan kue* ini datanglah ke pasar terdekat saat pagi hari saja.

Sumber karbohidrat* salah satunya adalah* ketela atau singkong*, perlu kamu* ketahui dalam 100 gram singkong* itu terkandung 34,7 karbohidrat*. Maka dari itu, Blengep* Cotot* dapat kamu* gunakan untuk mengganti nasi dan* roti sebagai sumber karbohidrat* lain.


Bahan-bahan yang* diperlukan untuk membuat Blengep* Cotot* yaitu antara lain adalah* singkong* sebagai bahan utama blengep* cotot*, gula* merah yang* nantinya sebagai isi atau bumbu blengep* cotot*, kacang dan* bawang* goreng* yang* digunakan sebagai toping blengep* cotot*. Sementara itu, alat-alat yang* biasa digunakan untuk membuat blengep* cotot* diantaranya adalah* kompor untuk memanaskan bahan-bahan blengep* cotot*, panci pengukus, tumbukan dan* alunya. Proses pembuatan blengep* cotot* yaitu  pertama kamu* harus mengupas singkong* dan* di cuci sampai bersih. Kemudian singkong* yang* sudah kamu* cuci tadi di kukus hingga matang, cara melihat singkong* yang* sudah matang adalah* ditandai dengan* tekstur singkong* yang* kenyal jika di pegang. Setelah itu singkong* tadi kamu* angkat dari panci dan* diangin-anginkan hingga dingin, lalu singkong* di tumbuk sampai halus dan* bisa* dibentuk. Langka terakhir, singkong* yang* telah halus bisa* kamu* bentuk bulat atau oval, baru setelah itu kamu* isi dengan* gula* merah yang* di campur dengan* kacang goreng* dalamnya. Proses pembuatan blengep* cotot* ini bisa* membutuhkan waktu kurang lebih empat jam.

Mari kenalkan dan* lestarikan makanan* tradisional Blengep* Cotot* ini kepada anak-anak kita, agar mereka turut bangga terhadap makanan* daerah sendiri.



Dari : Budaya-Indonesia

ARTIKEL PILIHAN SEDULUR :

close