Tanggul Sungai Cimanuk Indramayu Amblas, Kian Merambat ke Pemukiman Warga -->

Advertisement

Tanggul Sungai Cimanuk Indramayu Amblas, Kian Merambat ke Pemukiman Warga

Berita Indramayu
Friday


Tanah amblas di Tanggul Sungai Cimanuk, Desa Kertasemaya, Blok Rengaspayung Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu, terus terjadi.

Hingga berita ini ditulis, kedalaman tanah amblas di Tanggul Sungai Cimanuk sudah mencapai 3 meter. 

Selain makin dalam, tanah amblas itu terus memanjang, setidaknya saat ini sudah menjalar hingga 300 meter.

Kondisi ini mengancam pemukiman padat penduduk di sekitaran tanggul tepatnya di RT 09 dan RT 10/05 Desa Kertasemaya.

Sekretaris Desa Kertasemaya, Widi Santosa mengatakan, sudah ada 3 rumah warga yang terdampak bencana tersebut.

Satu di antara pemilik rumah yang terdampak sudah dievaluasi ke rumah orangtuanya, mengingat kondisi rumah sudah tidak stabil lagi.

"Rumah milik Pak Nuryama ini sudah cekung, dapurnya juga roboh, tapi sudah dievakuasi ke rumah orangtuanya," ucap dia di lokasi amblasnya tanggul, Jumat (5/7/2019).


Lebih lanjut ia menceritakan, amblasnya tanggul mula-mula terjadi pada 16 Juni 2019 tapi saat itu hanya retakan kecil.

Secara bertahap, ucapnya, tanah amblas  tersebut terus menurun dan sekarang sudah mencapai kedalaman 3 meter.

Belum lagi di beberapa titik, banyak terdapat tanah yang terbelah sehingga terbentuk lubang yang cukup dalam.

Widi Santosa menyampaikan, seorang warga pernah terperosok ke dalam lubang itu, mengatakan kedalaman lubang itu mencapai pundak orang dewasa.

Saat ini lubang-lubang tersebut ditutupi oleh warga dengan menggunakan ranting-ranting pepehonan yang sudah mengering.

Permukaan tanah tidak rata lagi, dari ujung retakan hingga ujung satunya lagi membuat kondisi jalan seperti bentuk huruf 'u', padahal semula kondisi permukaan jalan tersebut rata.

Diakui Widi Santosa, turunnya tanah ini sama sekali tidak dirasakan oleh warga dan langsung turun secara tiba-tiba.

"Tidak ada getaran seperti gempa, anehnya lagi kalau ini longsor kan ada bekasannya di pinggir sungai, tapi ini tidak ada," ucap dia.

Dirinya berharap, kondisi ini bisa cepat ditanggulangi oleh pemerintah setempat sehingga tidak terus merambat ke pemukiman penduduk yang lainnya. (TN)

ARTIKEL PILIHAN SEDULUR :

close